Lewati ke konten utama
CalcMax

Kalkulator Proyektor

Rentang: 0 – 100

Minimum: 0 m

Minimum: 0 in

Hasil

3,32 m

Jarak proyeksi

Lebar gambar
2,21 m
Tinggi gambar
1,25 m
Rasio proyeksi
1,50
Ukuran layar (diagonal)
100,0 in

Kalkulator jarak proyektor ini memakai hubungan yang dipakai setiap pemasang: jarak proyeksi sama dengan rasio proyeksi dikalikan lebar gambar. Isi dua dari tiga besaran — rasio proyeksi, jarak proyeksi, dan ukuran layar — dan halaman ini mengembalikan besaran ketiganya, bersama lebar dan tinggi gambar yang akan terbentuk. Rasio proyeksi adalah sifat optik mesinnya: angka 1,5 berarti gambar selebar satu meter membutuhkan jarak satu setengah meter, sedangkan mesin short throw dengan angka di bawah 1 justru diletakkan sangat dekat ke dinding. Bentuk gambarnya pun berpengaruh, karena layar 100 inci pada 16:9 lebarnya 2,21 m sedangkan layar 100 inci pada 4:3 jauh lebih lebar. Tabel di bawah mematok layarnya pada 100 inci 16:9, supaya yang berubah hanya mesinnya.

Seberapa jauh gambar 100 inci 16:9 harus diproyeksikan

Rasio proyeksiJarak proyeksi (m)
0.40.89
0.71.55
12.21
1.32.88
1.53.32
24.43

Setiap baris adalah layar yang sama — 100 inci pada 16:9 — dilihat dari proyektor dengan rasio proyeksi tersebut. Mesin short throw 0,4 duduk kurang dari satu meter dari dinding, sedangkan long throw 2,0 menuntut lebih dari empat meter dan ruangan yang cukup dalam. Untuk memakai tabel ini pada ukuran layar lain, kalikan jaraknya dengan diagonal Anda dibagi 100: layar 80 inci menuntut 80% jarak di kolom itu, jadi baris 1,5 menjadi sekitar 2,66 m.

Rumus

jarak proyeksi = rasio proyeksi × lebar gambar

rasio proyeksi
Rasio proyeksi, dari lembar spesifikasi proyektor
lebar gambar
Lebar gambar yang diproyeksikan (m)
jarak proyeksi
Jarak dari lensa ke layar (m)

Dengan menukar posisinya, ungkapan yang sama menjawab dua pertanyaan lainnya: bagi jaraknya dengan rasio proyeksi untuk mengetahui selebar apa gambar yang muat di ruangan Anda, atau bagi jaraknya dengan lebar gambar untuk mengetahui rasio proyeksi proyektor yang sudah Anda miliki. Lebar gambar sendiri berasal dari ukuran layar dan rasio aspek, karena diagonal beserta kedua sisinya membentuk segitiga siku-siku — layar 100 inci pada 16:9 lebarnya 2,21 m dan tingginya 1,25 m. Perhatikan bahwa rasio proyeksi mengalikan lebarnya, bukan diagonalnya, sehingga dua layar dengan diagonal sama tetapi bentuk berbeda menuntut jarak yang berbeda. Tabel di bawah memakai layar 100 inci 16:9 sebagai patokan, jadi hanya rasionya yang berubah dari baris ke baris.

Contoh hitungan

  1. Di mana proyektor rasio 1,5 harus diletakkan untuk layar 100 inci

    1. Yang diketahui: rasio proyeksi 1,5; layar 100 inci; bentuk 16:9.
    2. Ubah diagonalnya ke sentimeter: 100 inci × 2,54 = 254 cm.
    3. Satu satuan rasionya: 254 ÷ √(16² + 9²) = 254 ÷ 18,36 = 13,84 cm.
    4. Lebar gambar: 16 × 13,84 = 221,4 cm = 2,21 m. Tingginya: 9 × 13,84 = 124,5 cm = 1,25 m.
    5. Jarak proyeksi: 1,5 × 2,21 = 3,32 m dari lensa ke layar.
    6. Jadi ruangan itu perlu kedalaman 3,32 m ditambah panjang badan proyektornya sendiri. ✓

    3,32 m adalah baris 1,5 di tabel bawah — layarnya sama dan mesinnya sama, jadi keduanya harus cocok, dan memang cocok.

  2. Apa yang didapat dari ruangan sedalam 3 m pada rasio 1,5

    1. Yang diketahui: rasio proyeksi 1,5; kedalaman ruangan 3 m; bentuk 16:9.
    2. Lebar gambar: 3 ÷ 1,5 = 2 m, yaitu 200 cm.
    3. Tinggi gambar: 200 ÷ (16 ÷ 9) = 200 ÷ 1,778 = 112,5 cm = 1,13 m.
    4. Di diagonalnya: √(200² + 112,5²) = 229,5 cm, dan 229,5 ÷ 2,54 = 90,3 inci.
    5. Pada ukuran layar yang dijual, itu terbaca sebagai layar 90 inci; layar 92 inci akan menuntut 3,06 m. ✓

    Diagonal adalah sisi miring gambarnya, bukan lebarnya dan bukan pula jarak proyeksinya: ukuran 3 m yang dikira lebar gambar akan terbaca 118 inci di kertas, dan layar selebar itu tidak akan muat di ruangan ini.

  3. Rasio proyeksi dari proyektor yang sudah terpasang

    1. Yang diketahui: jarak 2,5 m dari lensa ke layar; layar 80 inci; bentuk 16:9.
    2. Ubah diagonalnya ke sentimeter: 80 inci × 2,54 = 203,2 cm.
    3. Satu satuan rasionya: 203,2 ÷ 18,36 = 11,07 cm.
    4. Lebar gambar: 16 × 11,07 = 177,1 cm = 1,77 m.
    5. Rasio proyeksinya: 2,5 ÷ 1,77 = 1,41.
    6. Tinggi gambar: 9 × 11,07 = 99,6 cm, yaitu 1,00 m sampai dua angka desimal. ✓

    Inilah arah yang dipakai ketika proyektornya sudah tergantung di langit-langit: ukur jaraknya dan ukur lebar gambarnya, lalu rasionya memberi tahu mesin apa itu. Angka ini juga yang perlu dicatat saat menggantinya, karena proyektor baru dengan rasio 1,2 akan memenuhi layar yang sama dari sekitar 2,12 m.

  4. Proyektor ultra short throw untuk layar 120 inci

    1. Yang diketahui: rasio proyeksi 0,25; layar 120 inci; bentuk 16:9.
    2. Ubah diagonalnya ke sentimeter: 120 inci × 2,54 = 304,8 cm.
    3. Satu satuan rasionya: 304,8 ÷ 18,36 = 16,60 cm.
    4. Lebar gambar: 16 × 16,60 = 265,7 cm = 2,66 m. Tingginya: 9 × 16,60 = 149,4 cm = 1,49 m.
    5. Jarak proyeksi: 0,25 × 2,66 = 0,66 m — hanya 66 cm dari lensa ke layar.
    6. Sebagai pembanding, mesin dengan rasio 1,5 akan menuntut 1,5 × 2,66 = 3,99 m untuk gambar yang sama. ✓

    Inilah sebabnya mesin ultra short throw diletakkan di kabinet tepat di bawah layar, bukan di seberang ruangan. Imbalannya adalah penempatan yang harus sangat presisi: pada rasio ini, menggeser proyektornya 10 cm mengubah lebar gambarnya sekitar 40 cm.

Batasan

Jarak yang dihitung di sini adalah jarak teoretis dari lensa ke layar, dan dua hal membuatnya berbeda di ruangan yang sesungguhnya. Pertama, rasio proyeksi yang tercantum adalah angka nominal pada satu posisi zoom, biasanya ujung terlebar atau titik tengahnya, sehingga proyektor ber-zoom bisa memenuhi layar yang sama dari rentang jarak yang berbeda. Kedua, gambar yang benar-benar terlihat juga ditentukan lensa dan ruangannya: koreksi trapesium (keystone) mengubah bentuk gambar secara digital dan memotong sebagian piksel, lensa yang murah kehilangan ketajaman di sudut, dan cahaya ruangan menentukan seberapa pudar gambar yang terlihat. Halaman ini juga mengandaikan gambarnya tegak lurus terhadap lensa; memproyeksikan dari samping atau dari bawah membuat sisi yang satu lebih panjang daripada sisi yang lain, dan rumusnya tidak lagi berlaku di situ.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung jarak proyeksi?
Kalikan rasio proyeksi dengan lebar gambar. Lebarnya sendiri berasal dari ukuran layar dan bentuk gambarnya: layar 100 inci pada 16:9 lebarnya 2,21 m, sehingga proyektor dengan rasio 1,5 harus diletakkan 1,5 × 2,21 = 3,32 m dari layar. Kalau yang Anda pegang justru jaraknya, bagilah jarak itu dengan lebar gambarnya untuk mendapat rasio proyeksinya.
Apa itu proyektor short throw, dan kapan saya membutuhkannya?
Short throw adalah sebutan untuk proyektor dengan rasio proyeksi kecil, umumnya di bawah 1, dan ultra short throw untuk rasio di bawah 0,4. Semakin kecil rasionya, semakin dekat proyektornya ke layar untuk gambar yang sama: pada layar 120 inci, rasio 0,25 hanya butuh 0,66 m sedangkan rasio 1,5 butuh 3,99 m. Mesin seperti itu dipakai di ruangan sempit dan di kelas, karena bayangan orang yang lewat tidak jatuh ke layar.
Berapa ukuran layar yang muat di ruangan saya?
Balik urutannya: kalikan jarak yang tersedia dengan rasio proyeksi untuk mendapat lebar gambarnya. Ruangan dengan kedalaman 3 m dan proyektor rasio 1,5 memberi lebar 2 m, yaitu diagonal 90,3 inci pada bentuk 16:9. Sesudah itu periksa tingginya juga, karena layar 16:9 setinggi 1,13 m belum tentu muat di bawah langit-langit ruangan itu.
Apa bedanya rasio proyeksi dan zoom?
Rasio proyeksi menentukan seberapa jauh proyektor harus diletakkan untuk lebar gambar tertentu, sedangkan zoom menentukan seberapa lebar rentang jarak yang bisa diterima pada posisi yang sama. Proyektor ber-zoom 1,2× bisa memenuhi layar yang sama dari jarak yang berbeda sampai sekitar 20%, dan itulah kelonggaran yang membuat pemasangan di langit-langit jauh lebih mudah. Rasio proyeksi adalah titik awalnya, dan zoom adalah ruang gerak di sekitarnya.
Bagaimana kalau ruangan saya terlalu sempit untuk proyektor yang ada?
Ada tiga pilihan, dan dua di antaranya paling murah. Anda bisa memakai layar yang lebih kecil, sehingga gambarnya mengecil tanpa mengubah rasio proyeksinya; memindahkan proyektornya lebih dekat, yang tidak selalu mungkin karena ada jarak minimumnya; atau memasang lensa tambahan, yang pada hampir semua mesin konsumen tidak tersedia. Kalau jaraknya memang tidak cukup, satu-satunya jalan yang tersisa adalah mesin dengan rasio proyeksi lebih kecil, dan itulah alasan short throw ada.
Apakah hasilnya berlaku untuk semua proyektor?
Berlaku untuk setiap proyektor yang mencantumkan rasio proyeksi di lembar spesifikasinya, karena angka itu sifat optik mesinnya sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah posisi zoom saat angka itu diukur: sebagian produsen mencantumkan rasio pada zoom terlebar, sebagian pada zoom terpanjang, dan selisihnya bisa 10 sampai 20%. Kalau angkanya berasal dari pengukuran Anda sendiri, hasilnya pasti cocok; kalau dari brosur, anggap saja angka itu titik tengah yang masih perlu diuji di ruangan.

Referensi

Kalkulator terkait