Kalkulator Persentase Nilai
Hasil
Nilai dalam persen
- Pecahan paling sederhana
- 3/4
- Poin yang hilang
- 15
Kalkulator persentase nilai mengubah skor mentah pada lembar jawaban menjadi angka yang bisa dibandingkan: skor yang diperoleh dibagi skor maksimal, lalu dikali seratus. 45 dari 60 adalah 75 persen, dan begitulah cara sebagian besar ulangan dan ujian dilaporkan — bukan sebagai 45, melainkan sebagai 75. Panel mengembalikan tiga bacaan dari dua angka yang sama. Nilai dalam persen adalah hasil utamanya. Pecahan paling sederhana adalah skor yang sama yang ditulis sebagai pecahan yang sudah disederhanakan: 45 dari 60 menjadi 3/4, dan bentuk itu kadang lebih berguna daripada persennya karena sekali pandang ia memberi tahu bahwa seperempat soalnya belum terjawab. Dan poin yang hilang adalah selisih antara skor maksimal dan skor yang diperoleh, yaitu 15 poin pada contoh di atas — angka yang dicari orang yang memegang lembar jawaban dan ingin tahu berapa poin lagi yang dibutuhkan untuk naik satu batas, bukan berapa persen yang hilang. Dua hal perlu diketahui sebelum membaca panel. Yang pertama, kedua kolomnya adalah bilangan bulat. Itu bukan pembatasan yang dipasang begitu saja: bacaan kedua adalah pecahan yang disederhanakan, dan penyederhanaan hanya berlaku pada bilangan bulat, sedangkan nilai di atas kertas selalu bulat — pengajar memberi 45, bukan 45 koma lima. Memasukkan angka desimal akan ditolak dengan pesan yang menyebut kolomnya, bukan dengan hasil yang dibulatkan diam-diam. Yang kedua, halaman ini memeriksa kewajarannya dan menolak tiga hal, semuanya dengan alasan yang sama yaitu angkanya tidak mungkin ada di lembar jawaban. Skor maksimal harus positif, sebab berapa bagian dari nol yang diperoleh bukan pertanyaan yang punya jawaban. Skor yang diperoleh tidak boleh negatif. Dan skor yang diperoleh tidak boleh melebihi skor maksimal, yang di sini bukan soal aritmetika melainkan soal kewajaran: selembar ulangan tidak bisa bernilai lebih daripada nilai penuhnya, jadi 75 dari 60 hampir selalu berarti kedua kolomnya tertukar, dan halaman ini mengatakan itu alih-alih melaporkan 125 persen yang secara teknis benar tetapi tidak berarti apa-apa. Perlu ditegaskan juga apa yang tidak diberikan halaman ini, yaitu huruf mutu. Berapa pun persentasenya, halaman ini tidak bisa mengatakan apakah itu bagus, karena batas nilai ditetapkan oleh masing-masing sekolah dan masing-masing mata pelajaran: 75 di satu kelas bisa berarti lulus dengan aman dan di kelas lain berarti kurang satu poin. Halaman ini melaporkan angkanya dan menyerahkan penilaiannya kepada yang berhak menilai.
Delapan lembar ulangan dan tiga bacaan yang sama
| Skor yang diperoleh | Skor maksimal | Nilai dalam persen | Pecahan paling sederhana | Poin yang hilang |
|---|---|---|---|---|
| 45 | 60 | 75 | 3/4 | 15 |
| 30 | 40 | 75 | 3/4 | 10 |
| 7 | 10 | 70 | 7/10 | 3 |
| 0 | 50 | 0 | 0 | 50 |
| 60 | 60 | 100 | 1 | 0 |
| 18 | 24 | 75 | 3/4 | 6 |
| 85 | 100 | 85 | 17/20 | 15 |
| 23 | 40 | 57.5 | 23/40 | 17 |
Kelima kolomnya adalah dua kolom masukan diikuti tiga bacaan panel, dan setiap barisnya dibagi dengan cara yang sama persis. Dua baris pertama adalah pokok halaman ini: dua kertas dengan bobot yang berbeda menghasilkan persentase dan pecahan yang identik, padahal skor mentahnya berbeda — dan justru skor mentah itulah yang tidak bisa dibandingkan. Baris ketiga adalah pasangan yang kedua angkanya saling prima, sehingga penyederhanaan tidak punya pekerjaan dan pecahannya dicetak apa adanya. Baris keempat adalah batas bawahnya, tidak ada satu pun poin yang dikumpulkan, dan di situ bacaan pecahannya menyusut menjadi satu angka saja karena pembilang nol membagi habis penyebutnya. Baris kelima adalah batas atasnya, nilai penuh, tempat persentasenya mencapai seratus, pecahannya menyusut menjadi satu, dan tidak ada poin yang hilang. Baris keenam kembali ke persentase yang sama dengan dua baris pertama, tetapi berangkat dari pasangan angka yang tidak berbagi satu digit pun dengan keduanya — itulah yang sesungguhnya dikerjakan oleh penyederhanaan. Baris ketujuh adalah penyederhanaan yang berjalan paling jauh dari seluruh tabel. Baris kedelapan menghasilkan persentase yang tidak bulat, dan itulah satu-satunya baris yang membutuhkan angka desimal pada kolom ketiga. Membaca kolom terakhir dari atas ke bawah memperlihatkan arah yang selalu berlawanan dengan kolom persentase: makin tinggi persentasenya, makin sedikit poin yang hilang, dan keduanya selalu berjumlah kembali ke kolom kedua. Tidak ada satu baris pun di sini yang merupakan kasus istimewa dari rumusnya.
Rumus
Nilai dalam persen = Skor yang diperoleh ÷ Skor maksimal × 100 Pecahan paling sederhana = Skor yang diperoleh / Skor maksimal, disederhanakan Poin yang hilang = Skor maksimal − Skor yang diperoleh
- Skor yang diperoleh
- Poin yang sudah dikumpulkan pada lembar jawaban. Ia bilangan bulat, tidak boleh negatif, dan tidak boleh melebihi skor maksimal — angka yang melebihi nilai penuh hampir selalu berarti kedua kolomnya tertukar
- Skor maksimal
- Nilai penuh yang bisa diperoleh pada ulangan itu: 60 untuk ulangan yang soalnya berbobot 60, atau 100 untuk ulangan yang dinyatakan dalam skala seratus. Ia pembaginya, jadi ia satu-satunya masukan yang tidak boleh nol
- Nilai dalam persen
- Skor yang diperoleh dibagi skor maksimal, lalu dikali seratus: 75 untuk angka bawaan. Ia bacaan yang membuat dua ulangan berbeda bobot bisa dibandingkan — 45 dari 60 dan 30 dari 40 sama-sama 75, padahal skor mentahnya berbeda
- Pecahan paling sederhana
- Skor yang diperoleh dibagi skor maksimal sebagai pecahan yang disederhanakan: 45/60 menjadi 3/4. Pembilang dan penyebutnya dibagi dengan faktor persekutuan terbesarnya, sehingga 3/4 menyebut soalnya secara langsung: seperempat dari seluruh soal belum terjawab
- Poin yang hilang
- Skor maksimal dikurangi skor yang diperoleh: 15 poin untuk angka bawaan. Ia dinyatakan dalam poin dan bukan dalam persen, karena yang ditanyakan adalah berapa poin lagi untuk mencapai nilai penuh
Halaman ini dipakai kapan pun sebuah skor perlu dinyatakan relatif terhadap nilai penuhnya, dan ada tiga tempat yang paling sering. Yang pertama adalah mengubah hasil ulangan menjadi persentase: laporan, rapor, dan formulir pendaftaran biasanya meminta satu angka pada skala seratus, sedangkan lembar jawaban memberikan dua angka mentah. Yang kedua adalah membandingkan dua hasil yang bobotnya berbeda, dan di sinilah halaman ini bernilai — 45 dari 60 dan 30 dari 40 sama-sama 75 persen, padahal skor mentahnya berbeda jauh, sehingga membandingkan skor mentah saja menyesatkan. Yang ketiga adalah menghitung sisa jarak menuju batas tertentu: poin yang hilang menyebut berapa poin lagi yang harus dikumpulkan, dan pecahan paling sederhananya menyebut berapa bagian dari ulangan itu. Bentuk pecahannya biasanya yang dipakai saat membagi kembali hasilnya: 3/4 lebih mudah diterjemahkan menjadi tiga dari empat bagian daripada 75 persen. Yang tidak dicakup halaman ini adalah penilaian. Tabel di bawah memberi beberapa contoh cara bacaan itu berubah dari satu pasangan angka ke pasangan lain, termasuk saat tidak ada satu pun poin yang diperoleh dan saat tidak ada satu pun yang hilang, dan tidak satu pun barisnya merupakan kasus istimewa dari pembagian yang sama. Untuk nilai berbobot, tempat beberapa ulangan digabungkan dengan bobot yang berbeda-beda, halaman ini bukan alat yang tepat: ia hanya membagi dua angka.
Contoh hitungan
45 dari 60
- Nilai dalam persen: 45 ÷ 60 = 0,75; lalu 0,75 × 100 = 75
- Pecahan paling sederhana: 45/60 disederhanakan dengan membagi keduanya dengan 15, menjadi 3/4
- Poin yang hilang: 60 − 45 = 15
Kasus bawaan, dan sekaligus contoh yang paling jelas menunjukkan gunanya bacaan kedua: 3/4 langsung memberi tahu bahwa seperempat soalnya belum terjawab, sedangkan 75 persen harus diterjemahkan dulu untuk sampai ke sana.
30 dari 40 — persentase yang sama dari kertas yang berbeda
- Nilai dalam persen: 30 ÷ 40 = 0,75; lalu 0,75 × 100 = 75
- Pecahan paling sederhana: 30/40 disederhanakan dengan membagi keduanya dengan 10, menjadi 3/4
- Poin yang hilang: 40 − 30 = 10
Persentase dan pecahannya sama persis dengan contoh sebelumnya, padahal kedua skor mentahnya berbeda. Itulah alasan utama halaman ini ada: 45 dan 30 memang tidak sebanding, sedangkan 75 persen dan 75 persen sebanding. Poin yang hilangnya berbeda — 15 lawan 10 — dan itu justru pengingat bahwa angka poin hanya bermakna jika skor maksimalnya ikut disebut.
7 dari 10
- Nilai dalam persen: 7 ÷ 10 = 0,7; lalu 0,7 × 100 = 70
- Pecahan paling sederhana: 7 dan 10 tidak punya faktor persekutuan selain 1, jadi pecahannya tetap 7/10
- Poin yang hilang: 10 − 7 = 3
Ulangan sepuluh soal, bentuk yang paling lazim di kelas. Karena 7 dan 10 saling prima, penyederhanaan tidak mengubah apa pun dan pecahannya dicetak seperti yang dimasukkan. Justru itu contoh yang menenangkan: bila kedua angkanya saling prima, penyederhanaan tidak punya pekerjaan, dan hasilnya bukan tanda bahwa ada yang salah.
0 dari 50 — batas bawahnya
- Nilai dalam persen: 0 ÷ 50 = 0; lalu 0 × 100 = 0
- Pecahan paling sederhana: 0/50 disederhanakan menjadi 0, sebab pembilang nol membagi habis penyebutnya
- Poin yang hilang: 50 − 0 = 50
Nol poin adalah masukan yang sah dan bukan galat. Perhatikan bacaan kedua: ia tercetak sebagai 0 dan bukan 0/50, karena pecahan dengan pembilang nol menyederhana menjadi nol. Poin yang hilang sama dengan skor maksimal, yang masuk akal — tidak ada satu pun poin yang dikumpulkan.
85 dari 100 — batas atasnya hampir tercapai
- Nilai dalam persen: 85 ÷ 100 = 0,85; lalu 0,85 × 100 = 85
- Pecahan paling sederhana: 85/100 disederhanakan dengan membagi keduanya dengan 5, menjadi 17/20
- Poin yang hilang: 100 − 85 = 15
Skala seratus, tempat nilai dalam persen sama dengan skor mentahnya. Penyederhanaannya berjalan cukup jauh di sini: 85 per seratus menjadi 17 per dua puluh, dan dari situ terlihat bahwa 3 poin hilang pada tiap 20 poin yang tersedia. Menuliskan skor pada skala seratus tidak menghilangkan pekerjaan penyederhanaan, walaupun pada pandangan pertama kelihatannya begitu.
Batasan
Halaman ini hanya membagi dua angka, sehingga kedua kolomnya harus bilangan bulat: bacaan kedua adalah pecahan yang disederhanakan, dan penyederhanaan tidak berlaku pada bilangan desimal. Memasukkan 45,5 akan ditolak, bukan dibulatkan. Skor yang diperoleh tidak boleh melebihi skor maksimal, jadi halaman ini tidak bisa dipakai untuk persentase yang memang sengaja di atas seratus — bonus, penalti, atau skor yang melampaui nilai penuh adalah persoalan lain yang butuh cara lain. Ia juga tidak memberi huruf mutu maupun keterangan lulus, karena batas nilainya berbeda di setiap sekolah dan setiap mata pelajaran; 75 bisa berarti lulus dengan aman di satu kelas dan berarti kurang satu poin di kelas lain. Untuk nilai yang digabungkan dari beberapa ulangan berbobot, halaman ini bukan alat yang tepat, sebab ia tidak menerima bobot: rata-rata sederhana dari beberapa persentase hanya benar bila semua ulangan itu berbobot sama. Ia tidak tahu apa pun tentang isi ulangan, sehingga tidak bisa membedakan satu soal bernilai 25 poin dari lima soal bernilai 5 poin. Nilai dalam persennya dicetak dengan dua angka desimal, jadi ulangan yang tidak habis dibagi akan dibulatkan di situ: satu ulangan yang hasilnya 23 dari 40 tampil sebagai persentase yang mengandung koma, sedangkan pecahan di sebelahnya tetap merupakan angka yang tepat karena ia tidak pernah dibulatkan. Dan ketiga bacaan itu menggambarkan satu kali ulangan; halaman ini tidak menyimpan riwayat dan tidak merata-ratakan beberapa ulangan sekaligus.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Bagaimana cara menghitung persentase nilai?
- Bagi skor yang diperoleh dengan skor maksimal, lalu kalikan dengan seratus. 45 dari 60 berarti 45 ÷ 60 = 0,75, dan 0,75 × 100 = 75 persen. Urutan pembagiannya tidak boleh dibalik: membagi skor maksimal dengan skor yang diperoleh akan memberi 1,33 untuk pasangan yang sama, dan angka itu tidak berarti apa-apa pada lembar jawaban.
- Kenapa kedua angka harus bilangan bulat?
- Karena bacaan kedua adalah pecahan yang disederhanakan, dan penyederhanaan hanya berlaku pada bilangan bulat. Nilai di atas kertas juga selalu bulat: pengajar memberi 45, bukan 45 koma lima. Memasukkan angka desimal akan ditolak dengan pesan yang menyebut kolomnya, bukan dibulatkan diam-diam sehingga hasilnya berbeda dari yang Anda hitung sendiri.
- Apa gunanya bacaan pecahan paling sederhana?
- Ia menyebut bagian ulangan itu secara langsung, tanpa perlu diterjemahkan dulu. 3/4 berarti seperempat soal belum terjawab, sedangkan 75 persen harus diubah menjadi pecahan lebih dahulu untuk sampai ke pernyataan yang sama. Bentuk pecahan juga yang dipakai saat hasilnya hendak dibagi lagi, misalnya untuk menentukan berapa soal yang harus benar pada sisa waktu yang tersedia.
- Apa bedanya poin yang hilang dengan persentase yang hilang?
- Poin yang hilang dihitung dalam poin pada kertas, bukan dalam persen: 45 dari 60 kehilangan 15 poin, sedangkan persentase yang hilangnya 25 persen. Halaman ini sengaja memilih poin, karena orang yang memegang lembar jawaban biasanya ingin tahu berapa poin lagi yang dibutuhkan untuk mencapai batas tertentu. Persentase yang hilang bisa didapat dengan mengurangkan nilai dalam persen dari seratus.
- Bisakah skor yang diperoleh nol?
- Bisa, dan hasilnya nol persen dengan poin yang hilang sebesar skor maksimal. Bacaan pecahannya tercetak sebagai 0 dan bukan sebagai 0/50, karena pecahan dengan pembilang nol menyederhana menjadi nol begitu saja. Nol bukan kondisi galat di sini, berbeda dengan skor maksimal yang nol.
- Apakah halaman ini memberi huruf mutu?
- Tidak, dan itu disengaja. Batas nilai ditetapkan oleh masing-masing sekolah dan masing-masing mata pelajaran, sehingga 75 persen bisa berarti lulus dengan aman di satu kelas dan berarti kurang satu poin di kelas lain. Memberi huruf mutu tanpa ambang batas berarti menambahkan penilaian yang tidak punya dasar di halaman ini. Halaman ini melaporkan angkanya saja.
- Kenapa skor yang melebihi skor maksimal ditolak, bukan ditampilkan sebagai lebih dari seratus persen?
- Karena selembar ulangan tidak bisa bernilai lebih daripada nilai penuhnya, jadi 75 dari 60 hampir selalu berarti kedua kolomnya tertukar, dan menampilkan 125 persen akan menyembunyikan kekeliruan itu alih-alih menunjukkannya. Kalau Anda memang butuh persentase di atas seratus, misalnya untuk nilai tambahan atau penalti, halaman ini bukan alat yang tepat karena ia berhenti pada nilai penuh.
Referensi
- Percentage — the definition of a percentage as a fraction with denominator 100, which is the form the division on this page is written into — Wolfram MathWorld (United States)
- Percent — the per cent sign and the relation to decimal and common fractions, including the identity between a fraction and the percentage obtained from it — Wolfram MathWorld (United States)
- Fraction — the quotient of two integers written with a numerator and a denominator, which is the form the second reading on the panel takes — Wolfram MathWorld (United States)
- Reduced Fraction — the lowest terms of a fraction, obtained by dividing numerator and denominator by their greatest common divisor, which is the step the second reading performs on the mark as entered — Wolfram MathWorld (United States)
- Greatest Common Divisor — the largest integer dividing two given integers, which is what the reduction of a mark out of a total uses to find its lowest terms — Wolfram MathWorld (United States)